Jangan Pertaruhkan Lambung Anda Saat Puasa. Persiapkan Diri Sekarang untuk Ibadah yang Maksimal!

-
Bagi pejuang GERD, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga tentang bagaimana menjaga lambung agar tetap stabil. Jangan tunggu sampai hari pertama puasa untuk melihat apakah lambung Anda "kuat" atau tidak. Mari bersiap dari sekarang.
Seringkali kita berpikir, "Nanti sajalah, lihat nanti kuat atau tidak pas puasa." Namun bagi Anda yang memiliki masalah lambung, menunda persiapan bisa berisiko.

Puasa bukanlah ajang untuk coba-coba. Sedikit saja kesalahan dalam pola makan atau persiapan, lambung bisa langsung bereaksi dan mengganggu kenyamanan ibadah Anda. Jangan biarkan rencana ibadah terhambat hanya karena lambung yang belum siap menghadapi perubahan jam makan.

Kunci sukses puasa bagi pejuang lambung adalah adaptasi yang dilakukan jauh-jauh hari. Membiasakan lambung dengan asupan yang menenangkan akan sangat membantu saat nanti jadwal makan berubah total.Dengan persiapan yang matang, Anda tidak perlu lagi merasa cemas berlebihan. Anda bisa lebih siap menerima perubahan jam makan, sehingga saat Ramadan tiba, Anda bisa fokus sepenuhnya pada ibadah
Penyebab Utama GERD
GERD terjadi akibat melemahnya katup antara kerongkongan dan lambung, yang dipicu oleh beberapa faktor berikut:
  • Perut Kosong Terlalu Lama: Saat berpuasa, lambung yang tidak terisi lebih dari 12 jam dapat meningkatkan tekanan gas dan asam di dalam perut.
  • Kebiasaan Langsung Rebahan: Tidur atau berbaring segera setelah makan merupakan kesalahan klasik yang membuat asam lambung naik kembali ke kerongkongan karena hilangnya bantuan gravitasi.
  • Pola Makan yang Salah: Mengonsumsi makanan dalam porsi besar secara terburu-buru, atau memilih menu yang tinggi lemak, pedas, bersantan, dan terlalu manis saat perut kosong.
  • Faktor Gaya Hidup: Pola makan tidak teratur serta tingkat stres atau kecemasan (anxiety) yang tinggi dapat memicu produksi asam lambung berlebih.

Gejala Umum GERD

Gejala GERD seringkali lebih intens dibandingkan maag biasa dan dapat mengganggu aktivitas harian:
  • Sensasi Terbakar (Heartburn): Rasa panas yang membakar di area dada hingga ke tenggorokan, sering muncul setelah berbuka atau sahur.
  • Reflux (Mulut Pahit/Asam): Cairan lambung yang naik ke pangkal tenggorokan sehingga menimbulkan rasa pahit atau asam di mulut.
  • Sesak Napas & Kecemasan: Rasa tidak nyaman di dada yang seringkali memicu sesak napas dan perasaan cemas berlebih atau overthinking.
  • Mual dan Perut Begah: Perasaan penuh di perut bagian atas yang seringkali disertai rasa mual, yang dapat menghilangkan nafsu makan.
Madu Vitagerd: Bekal Terbaik Menjelang Ramadan.
Madu Vitagerd hadir untuk membantu lambung Anda beradaptasi lebih awal. Rutin mengonsumsi Madu Vitagerd sebelum puasa dimulai adalah langkah cerdas untuk memastikan lambung Anda tetap aman dan nyaman.
-
-
-
-
-

Madu Vitagerd Telah Diliput Media Kesehatan Nasional & Terbukti dengan ribuan testimoni, diantaranya :

-
-
-
-
-
-
-
-
Disclaimer: Hasil setiap orang berbeda-beda tegantung kondisi tubuh yang mempengaruhinya. Ikuti anjuran konsumsi, jaga pola hidup dan makan anda agar medapatkan hasil yang lebih maksimal.

Harga Promo Madu Vitagerd

-
Penawaran spesial hanya untuk anda. Coba dulu 1 botol dan rasakan khasiatnya! Saatnya anda yang buktikan, promo ini tidak datang 2 kali, khusus untuk anda & hanya hari ini saja!
-
-