Dulu aku mikir, hidup bakalan berakhir dengan makan nasi putih sama kecap doang selamanya. Tapi ternyata, makin kita membatasi diri, pikiran makin stres, dan asam lambung malah makin liar. Kuncinya ternyata bukan di "apa yang dilarang", tapi di "apa yang masuk buat ngebangun ulang". Lambung kita itu butuh dukungan, butuh nutrisi yang bisa melapisinya dari dalam, bukan cuma obat pereda yang efeknya numpang lewat. Saat aku mulai fokus memberikan "makanan" yang benar-benar dibutuhkan dinding lambung, pelan-pelan rasa cemas itu hilang, dan aku bisa kembali jadi diriku yang dulu.